Main Article Content

Abstract

Keuangan sosial Islam memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, tetapi pengelolaannya di Indonesia masih cenderung berpusat pada zakat dan terfragmentasi antarlembaga. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi perluasan Green Zakat menuju Green ZISWAF, mengidentifikasi persoalan fragmentasi kelembagaan, serta merumuskan model tata kelola yang mengintegrasikan instrumen dan sinergi lembaga. Penelitian menggunakan metode kualitatif konseptual melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen terhadap artikel ilmiah, regulasi, laporan kelembagaan, serta kerangka Green Zakat, Green Waqf, keuangan sosial Islam, maqasid al-syariah, SDGs, dan tata kelola kolaboratif. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan penyaluran zakat berdasarkan asnaf perlu dilengkapi melalui infak, sedekah, wakaf, qard hasan, dana sosial syariah, dan filantropi digital sesuai karakter masing-masing. Penelitian merumuskan Green ZISWAF Governance melalui formula OGZ = I_ZISWAF × S_Lembaga × D_Data × P_Program × M_Dampak, yang mencakup integrasi instrumen, sinergi kelembagaan, satu data digital, program pemberdayaan terpadu, dan pengukuran dampak berbasis maqasid-SDGs. Model ini menawarkan Desa Green ZISWAF sebagai proyek percontohan yang menyatukan perlindungan sosial, pembiayaan mikro, aset produktif, dan pemberdayaan komunitas. Disimpulkan bahwa optimalisasi Green ZISWAF memerlukan tata kelola kolaboratif agar penghimpunan dan penyaluran dana menghasilkan kemandirian mustahik, aset sosial produktif, pemerataan manfaat, serta keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara terukur.

Keywords

Green ZISWAF Keuangan Sosial Islam Sinergi Kelembagaan Pembangunan Berkelanjutan Tata Kelola Kolaboratif

Article Details

References

  1. Agustina, S., Nasution, Y. S. J., & Marliyah, M. (2025). The digital revolution of Islamic social finance: The transformation of zakat, waqf, and fintech in realizing sustainable development goals in Indonesia. Jurnal Justisia Ekonomika: Magister Hukum Ekonomi Syariah, 9(2), 1487–1506.
  2. Arwani, A., Muhammad, R., & Mahmudi, M. (2024). Sustainable development and Islamic philanthropy: Synergy of zakat and SDGs. Al-Uqud: Journal of Islamic Economics, 8(1), 124–160. https://doi.org/10.26740/al-uqud.v8n1.p124-160
  3. Asih, F. W., et al., (2024). How can Tamanu green waqf be developed in Indonesia? ZISWAF: Jurnal Zakat dan Wakaf. https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Ziswaf/article/view/28512
  4. Bank Indonesia. (2026). Blueprint Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2030. Bank Indonesia. https://www.bi.go.id/id/publikasi/kajian/Documents/Blueprint-Kebijakan-Ekonomi-dan-Keuangan-Syariah-2030.pdf
  5. Badan Amil Zakat Nasional. (2025). Green Zakat Framework. Pusat Kajian Strategis BAZNAS. https://www.puskasbaznas.com/publications/books/2057-green-zakat-framework
  6. Badan Amil Zakat Nasional. (2026). Laporan Pengelolaan Zakat Nasional 2025. BAZNAS. https://baznas.go.id/assets/images/szn/LPZN-Tahun-2025.pdf
  7. Badan Wakaf Indonesia. (2022). Green Waqf Framework. BWI. https://www.bwi.go.id/8338/2022/09/21/green-waqf-framework/
  8. Dupi, M. (2025). A bibliometric analysis: The dynamics of zakat and poverty research. ZISWAF: Jurnal Zakat dan Wakaf, 12(2), 179–200. https://doi.org/10.21043/ziswaf.v12i2.31156
  9. Iskandar, A., Possumah, B. T., Aqbar, K., & Yunta, A. H. D. (2021). Islamic philanthropy and poverty reduction in Indonesia: The role of integrated Islamic social and commercial finance institutions. Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial, 16(2), 274–301. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v16i2.5026
  10. Janah, U. R., & Prasetiyo, L. (2025). Integrated Islamic philanthropy for equitable healthcare access: A case study of Muhammadiyah Hospital. ZISWAF: Jurnal Zakat dan Wakaf, 12(2). https://doi.org/10.21043/ziswaf.v12i2.32614
  11. Ladiku, H., Zaman, A. R. B., & Sahabat, A. I. (2025). Zakat and the Sustainable Development Goals: Fostering socio-economic synergy in Gorontalo Regency. ZISWAF: Jurnal Zakat dan Wakaf, 12(2), 141–157. https://doi.org/10.21043/ziswaf.v12i2.31425
  12. Mongkito, A. W., Putra, T. W., Alwahidin, A., Sikki, K. L., & Rais, M. (2025). Integrating waqf and blue economy for sustainable development in Indonesia: An Analytic Network Process (ANP) approach. ZISWAF: Jurnal Zakat dan Wakaf, 12(2), 158–178. https://doi.org/10.21043/ziswaf.v12i2.31744
  13. Muhaimin, M., & Nur Maarif, M. (2026). Designing a productive waqf strategy based on plasma waqf to accelerate sustainable development in Cirebon. Management of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA), 8(1), 123–143. https://doi.org/10.15642/mzw.2026.8.1.123-143
  14. Nita, A., Akbar, W., Hanafi, A., & Noor Sayuti, M. (2025). Building a sustainable crowdfunding model: Application of maqashid shariah in collecting infaq, alms and waqf in the digital era. Management of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA), 7(1), 18–36. https://doi.org/10.15642/mzw.2025.7.1.18-36
  15. Siswantoro, S. (2022). Can the integration between Islamic social finance and Islamic commercial finance tackle poverty in Indonesia? Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam, 8(2), 236–249. https://journal.uii.ac.id/JEKI/article/view/24679
  16. United Nations Development Programme. (2022). Green Waqf Framework. UNDP Indonesia. https://www.undp.org/indonesia/publications/green-waqf-framework
  17. United Nations Development Programme. (2025). Green Zakat Framework. UNDP Indonesia. https://www.undp.org/indonesia/publications/green-zakat-framework
  18. Widiastuti, T., Cahyono, E. F., Zulaikha, S., Mawardi, I., & Al Mustofa, M. U. (2021). Optimizing zakat governance in East Java using analytical network process (ANP): The role of zakat technology (ZakaTech). Journal of Islamic Accounting and Business Research, 12(3), 301–319. https://doi.org/10.1108/JIABR-09-2020-0307