https://hawalah.staiku.ac.id/index.php/lp/issue/feedHawalah: Kajian Ilmu Ekonomi Syariah2026-09-24T06:59:41+00:00Dedy Setiawandedysetiawan11@gmail.comOpen Journal Systemshttps://hawalah.staiku.ac.id/index.php/lp/article/view/91Implementasi Automatic Adjustment pada Pusat Survei Geologi dan Dampaknya terhadap Kinerja Keuangan2026-09-09T16:33:24+00:00Muhammad Iqbal Nurfauzimuhammadiqbal_2460107030@ak.unjani.ac.idNeni Maryanineni.maryani@lecture.unjani.ac.id<p>Kebijakan automatic adjustment merupakan instrumen pengendalian anggaran pemerintah melalui pencadangan atau pemblokiran sementara sebagian anggaran kementerian dan lembaga untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi serta menjaga fleksibilitas fiskal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi automatic adjustment, dampaknya terhadap kinerja keuangan, kendala yang dihadapi, serta upaya Pusat Survei Geologi dalam mempertahankan kualitas pelaksanaan anggaran. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif pada periode anggaran 2018–2025. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara semi terstruktur terhadap lima informan yang dipilih secara purposive, sedangkan data sekunder berasal dari RKA-K/L, DIPA, laporan realisasi anggaran, data penyerapan triwulanan, laporan IKPA, serta dokumen pemblokiran anggaran. Data dianalisis menggunakan tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa automatic adjustment secara khusus diterapkan pada 2022 dan 2023 serta berdampak pada penyesuaian jadwal kegiatan, perubahan prioritas, revisi anggaran, dan pola penyerapan. Meskipun demikian, realisasi anggaran dan nilai IKPA tetap berada dalam kategori baik. Kendala utama meliputi ketidakpastian pembukaan blokir, kelengkapan dokumen, dan koordinasi antarpihak. Disimpulkan bahwa automatic adjustment lebih memengaruhi proses pelaksanaan daripada kinerja keuangan keseluruhan, karena didukung penentuan prioritas, optimalisasi anggaran tersedia, penguatan koordinasi internal, serta pemantauan berkala melalui SAKTI dan OM-SPAN secara berkelanjutan.</p>2026-09-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Iqbal Nurfauzi, Neni Maryanihttps://hawalah.staiku.ac.id/index.php/lp/article/view/92The Influence of Website Quality and Social Media Marketing on Purchase Intention with Brand Awareness as a Mediation Variable: A Study on B2B Customers of PT. Sumberparts Berindo2026-09-24T06:59:41+00:00Denny Timothy Dian Priestadenny.timothy2020@gmail.comRatlan Pardederatlanpardede@gmail.com<p>This study aimed to examine the effects of website quality and social media marketing on purchase intention, both directly and indirectly through the mediating role of brand awareness, among business-to-business (B2B) customers of PT Sumberparts Berindo, a distributor of mechanical components, including bearings and power transmission products, in Jakarta. Unlike the initial research design, which also included corporate reputation as a moderating variable, the model presented in this study was simplified to a mediation model to provide a more parsimonious examination of the relationships between digital marketing channels and purchase intention based on the Stimulus–Organism–Response (S-O-R) framework. A quantitative causal research design was employed, and questionnaires were administered to 173 respondents selected through purposive sampling. The data were analyzed using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results showed that website quality and social media marketing had positive and statistically significant effects on brand awareness. Social media marketing and brand awareness also had positive and statistically significant direct effects on purchase intention, whereas the direct effect of website quality on purchase intention was not statistically significant. Brand awareness significantly mediated the relationship between website quality and purchase intention and partially mediated the relationship between social media marketing and purchase intention. The research model explained 71.9% of the variance in purchase intention (R² = 0.719) and demonstrated substantial predictive relevance (Q²predict = 0.634). These findings indicate that, in the B2B mechanical components market, improving website quality may contribute to purchase intention primarily by strengthening brand awareness.</p>2026-10-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Denny Timothy Dian Priesta, Ratlan Pardedehttps://hawalah.staiku.ac.id/index.php/lp/article/view/84Integrasi Green ZISWAF dan Sinergi Kelembagaan Keuangan Sosial Islam untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia2026-09-09T16:33:07+00:00Fenti Kusumorinifenti.kusumorini@gmail.com<p>Keuangan sosial Islam memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, tetapi pengelolaannya di Indonesia masih cenderung berpusat pada zakat dan terfragmentasi antarlembaga. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi perluasan Green Zakat menuju Green ZISWAF, mengidentifikasi persoalan fragmentasi kelembagaan, serta merumuskan model tata kelola yang mengintegrasikan instrumen dan sinergi lembaga. Penelitian menggunakan metode kualitatif konseptual melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen terhadap artikel ilmiah, regulasi, laporan kelembagaan, serta kerangka Green Zakat, Green Waqf, keuangan sosial Islam, maqasid al-syariah, SDGs, dan tata kelola kolaboratif. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan penyaluran zakat berdasarkan asnaf perlu dilengkapi melalui infak, sedekah, wakaf, qard hasan, dana sosial syariah, dan filantropi digital sesuai karakter masing-masing. Penelitian merumuskan Green ZISWAF Governance melalui formula OGZ = I_ZISWAF × S_Lembaga × D_Data × P_Program × M_Dampak, yang mencakup integrasi instrumen, sinergi kelembagaan, satu data digital, program pemberdayaan terpadu, dan pengukuran dampak berbasis maqasid-SDGs. Model ini menawarkan Desa Green ZISWAF sebagai proyek percontohan yang menyatukan perlindungan sosial, pembiayaan mikro, aset produktif, dan pemberdayaan komunitas. Disimpulkan bahwa optimalisasi Green ZISWAF memerlukan tata kelola kolaboratif agar penghimpunan dan penyaluran dana menghasilkan kemandirian mustahik, aset sosial produktif, pemerataan manfaat, serta keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara terukur.</p>2026-09-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fenti Kusumorini